Buka XAMPP Control Panel, klik Start pada Apache dan MySQL sampai statusnya hijau (running).
Copy folder aplikasi (jasa) yang diberikan dosen ke dalam C:\xampp\htdocs\.
Buka browser, akses localhost/jasa/ untuk memastikan aplikasi tampil (muncul halaman Login Admin).
Screenshot bukti: XAMPP Control Panel status running + tampilan halaman localhost/jasa/ di browser.
Lalu setalah menyalakan XAMPP kita lanjut ke admin XAMPP
Masuk ke Windows Server 2003 (via VirtualBox).
Buka VirtualBox → Pengaturan → Penyimpanan, tambahkan Hard Disk baru (Ciptakan → VDI → 15 GB), beri nama file WinServer2003_5.vdi.
Di dalam Windows Server, jalankan Run → diskmgmt.msc untuk membuka Disk Management.
Klik kanan disk baru → Initialize Disk.
Klik kanan area unallocated → New Volume Wizard → pilih tipe Simple.
Format dengan NTFS, isi Volume label dengan nama kamu: Micha fadila.
Setelah selesai, drive baru akan muncul sebagai Micha fadila (E:) dengan status Healthy, kapasitas 15 GB.
Buat folder utama di dalam drive E: tersebut sebagai folder kerja.
Screenshot bukti: proses Initialize Disk → New Volume Wizard → Format Volume (label "Micha fadila") → hasil akhir di Disk Management.
Buka localhost/phpmyadmin.
Buat database baru dengan nama kamu: micha_fadila.
Klik tab Impor, pilih file .sql yang sudah disediakan dosen, lalu klik Kirim/Go untuk mengimpor seluruh struktur tabel (termasuk tabel user, biaya, transaksi, dll).
Verifikasi tabel-tabel berhasil masuk ke database.
Buka tabel user di database, masuk ke tab Tambahkan/Insert (atau Ubah/Edit kalau datanya sudah ada).
Pada kolom password, ubah Fungsi menjadi MD5 — ini artinya password akan otomatis dienkripsi sebelum disimpan ke database.
Isi data admin, misalnya username admin, password 123 (akan tersimpan sebagai hash MD5, bukan teks biasa).
Klik Kirim/Simpan.
Alternatifnya, bisa juga lewat tab SQL dengan query manual:Screenshot bukti: proses import di phpMyAdmin + daftar tabel yang berhasil ter-import.
- Buka file
index.php di C:\xampp\htdocs\jasa\ menggunakan text editor.
- Tambahkan nama kamu secara jelas di bagian Header halaman (misalnya di
<title> atau elemen header/navbar).
- Simpan file, lalu buka
localhost/jasa/ di browser untuk memvalidasi nama sudah tampil di halaman Home.
- Setelah dipastikan tampil benar, kunci file agar tidak bisa diubah (Read-Only) lewat Command Prompt/PowerShell:
- Verifikasi dengan mencoba edit file — seharusnya file terkunci/tidak bisa disimpan tanpa menghapus atribut Read-Only terlebih dulu.
- Screenshot bukti: isi file index.php dengan nama, tampilan browser, dan command
attrib +R index.php di PowerShell (seperti gambar terakhir kamu).
Komentar
Posting Komentar